resume materi pkkmb unusa day 1


1.  Materi pertama yang disampaikan oleh Prof. Yudi Latif, MA., Ph.D Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia/ PSIK-Indonesia yang bertema Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, danPembinaan Kesadaran Bela Negara

kemerdekaan indonesia itu menjadi model, banyak yang meniru gerakan kemerdekaan indonesia, indonesia bukan hanya yang mempelopori kemerdekaan, tetapi juga menjadi perajut solidaritas kepada bangsa asia afrika.

indonesia 80 tahun sudah banyak pencapaian tetapi kalau dibanding dengan bangsa bangsa yang lain seperti korea china india dll di jaman merdekanya, sepertinya indonesia masih tertinggal.

didalam keluasan indonesia ini kita harus ingat kalau indonesia negara majemuk dari berbagai sisi, sila kelima itu menggambarkan keragaman indonesia dari berbagai sisi, seperti banyaknya suku bahasa dll.

Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini mengalami pergeseran atau perubahan di semua sendi kehidupan yang sangat mengkhawatirkan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan, dan kemajemukan keindonesiaan.

*Jati Diri Bangsa Indonesia*

Jati diri bangsa Indonesia tercermin dalam beberapa aspek penting, yaitu:

- *Pancasila*: Sebagai dasar negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kesederhanaan.

- *Undang-Undang Dasar 1945*: Sebagai landasan hukum yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara.

- *Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)*: Sebagai bentuk negara yang menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan bangsa.

- *Bhineka Tunggal Ika*: Sebagai semboyan yang menekankan pentingnya kesatuan dalam keberagaman.

*Pembinaan Kesadaran Bela Negara*

Pembinaan kesadaran bela negara merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga negara dalam membela negara. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:

- *Pendidikan Kewarganegaraan*: Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam membela negara.

- *Latihan Bela Negara*: Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara.

- *Kampanye Bela Negara*: Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.

*tujuan Bela Negara*

Tujuan bela negara adalah untuk :

- *Melindungi Negara*: Dari ancaman dan gangguan yang dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan negara.

- *Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa*: Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.

- *Meningkatkan Ketahanan Nasional*: Dengan meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara dan menghadapi ancaman.


2. Materi ke 2 yang disampaikan oleh Erisandy Yudhistira yang bertema penguatan literasi keuangan dan kesejahteraan mahasiswa 

Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya. Berikut adalah pembahasan komprehensif mengenai pentingnya, strategi penguatan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan mahasiswa.

 Masa Transisi Kritis: Mahasiswa seringkali pertama kali mengelola keuangan secara mandiri (uang saku, beasiswa, gaji part-time), jauh dari pengawasan langsung orang tua.

 Tantangan Finansial Khas Mahasiswa: Biaya kuliah yang tinggi dan terus meningkat. Biaya hidup (kos, makan, transport, buku). Keterbatasan sumber penghasilan tetap. Tekanan sosial untuk konsumsi (gadget, gaya hidup, hiburan).

 Potensi terjerat utang (pinjol, kredit tanpa agunan, KTA). Dampak Langsung pada Kesejahteraan:

 Kesejahteraan Finansial: Menghindari utang berlebihan, mampu memenuhi kebutuhan dasar, memiliki dana darurat, mulai menabung/investasi. 

Kesejahteraan Akademik: Mengurangi stres finansial yang bisa mengganggu konsentrasi belajar dan prestasi akademik. 

 Kesejahteraan Mental & Emosional: Mengurangi kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental yang sering dipicu oleh masalah uang. 

Kesejahteraan Masa Depan: Membangun fondasi kebiasaan keuangan sehat untuk mencapai tujuan jangka panjang (rumah, investasi, pensiun).


3. Materi ke 3 yang disampaikan oleh Prov. Kacung Marijan, drs,MA.PhD yang bertema sistem pendidikan tinggi di UNUSA

 UNUSA perguruan tinggi swasta di Surabaya, Jawa Timur, yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nilai-nilai ke-NU-an (moderasi, toleransi, kearifan lokal) menjadi dasar pengembangan keilmuan dan karakter.

 Visi & Misi: Umumnya fokus pada mencetak lulusan yang unggul, berakhlak mulia, dan berkontribusi pada pembangunan bangsa dengan memadukan keilmuan universal dan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).

 Status: Terakreditasi oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi).

 Fakultas dan Program Studi: UNUSA menyelenggarakan pendidikan melalui berbagai fakultas. Contoh program studi yang umumnya ada (perlu dicek di website resmi untuk update):

 Fakultas Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter, Profesi Dokter.

 Fakultas Kesehatan Masyarakat: S1 Kesehatan Masyarakat.

 Fakultas Ilmu Kesehatan: S1 Keperawatan, S1 Farmasi, D3 Kebidanan, Profesi Ners.

 Fakultas Sains dan Teknologi: S1 Teknik Informatika, S1 Biologi.

 Fakultas Ekonomi dan Bisnis: S1 Manajemen, S1 Akuntansi.

 Fakultas Agama Islam: S1 Pendidikan Agama Islam, S1 Ekonomi Syariah, S1 Perbankan Syariah.

 Fakultas Psikologi: S1 Psikologi.

 Fakultas Hukum: S1 Ilmu Hukum.

 Jenjang Pendidikan: Menawarkan program:

 Sarjana (S1): Durasi 4 tahun (8 semester).

 Profesi: Untuk bidang kesehatan (Dokter, Ners, Apoteker) setelah S1.

 Diploma (D3): Durasi 3 tahun (6 semester), misalnya D3 Kebidanan.

 Akreditasi: Program studi dan institusi diakreditasi oleh BAN-PT. Peringkat akreditasi (Unggul, A, B, C) menjadi indikator kualitas.

 Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): UNUSA memiliki sistem untuk memastikan mutu:

 Evaluasi Kurikulum: Rutin dilakukan penyesuaian.

 Evaluasi Pembelajaran: Melalui kuisioner mahasiswa, evaluasi dosen.

 Audit Mutu Internal: Dilakukan oleh unit penjaminan mutu universitas.

 Pelaksanaan Standar: Mengacu pada Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan SN-DIKTI.

 Tracer Study: Melacak lulusan untuk mengetahui relevansi kurikulum dengan dunia kerja dan kepuasan pengguna lulusan.

 Layanan Akademik: Biro Administrasi Akademik (BAA), sistem informasi akademik online (untuk KRS, nilai, jadwal, keuangan).

 Layanan Kemahasiswaan: Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimbingan konseling, beasiswa, aktivitas ormawa/UKM, pengembangan softskill).

 Perpustakaan: Fisik dan digital (e-journal, e-book).

 Laboratorium: Lab praktikum (khususnya untuk prodi kesehatan, sains, teknologi), lab komputer, lab bahasa.

 Fasilitas Umum: Ruang kelas ber-AC, masjid/kampus musholla, wifi area, kantin, area parkir, fasilitas olahraga.

 Rumah Sakit Pendidikan: Untuk prodi kesehatan (biasanya bekerjasama dengan RS NU atau RS lain di Surabaya).


4. Materi ke 4 yang disampaian oleh dr. Pulung Siswantoro,SKM,,M.Kes dengan tema Strategi menumbuhkan Critical Thingking Ability untuk menemukan solusi terbaik

Berpikir kritis adalah kemampuan menganalisis informasi secara objektif dan membuat penilaian yang masuk akal. Berikut adalah beberapa strategi efektif untuk mengembangkan kemampuan ini:

1. Kembangkan Rasa Ingin Tahu

Ajukan pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana" secara teratur

Jangan menerima informasi begitu saja tanpa pemahaman mendalam

Selidiki akar masalah, bukan hanya gejalanya

2. Analisis dari Berbagai Perspektif

Carilah pendapat dari berbagai sumber dengan sudut pandang berbeda

Pertimbangkan solusi alternatif sebelum membuat keputusan

Hindari terjebak dalam cara berpikir tunggal

3. Latih Penalaran Logis

Pelajari struktur argumen yang valid

Identifikasi kesalahan logika (logical fallacies) dalam pemikiran

Pisahkan fakta dari opini atau asumsi

4. Gunakan Kerangka Kerja Pemecahan Masalah

Terapkan metode seperti PDCA (Plan-Do-Check-Act)

Gunakan pendekatan 5 Whys untuk menemukan akar masalah

Terapkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)

5. Waspadai Bias Kognitif

Kenali bias seperti bias konfirmasi, bias anchor, dan bias ketersediaan

Carilah informasi yang mungkin bertentangan dengan keyakinan Anda

Libatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan untuk mendapatkan perspektif berbeda

6. Praktikkan Refleksi Diri

Luangkan waktu untuk merenungkan keputusan yang telah dibuat

Evaluasi hasil dari proses berpikir Anda

Pelajari dari kesalahan dan keberhasilan

7. Terlibat dalam Diskusi dan Debat

Ikuti forum diskusi dengan orang yang memiliki pandangan berbeda

Belajar mendengarkan aktif dan memahami argumen orang lain

Latih menyampaikan argumen dengan bukti dan alasan yang kuat

8. Belajar secara Terus-menerus

Baca berbagai sumber informasi dari berbagai disiplin ilmu

Ikuti pelatihan atau kursus tentang logika dan pemecahan masalah

Terapkan pengetahuan baru dalam situasi nyata

Dengan secara konsisten menerapkan strategi-strategi ini, Anda akan mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang kuat, yang pada gilirannya akan membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk berbagai masalah yang dihadapi. Ingatlah bahwa berpikir kritis adalah keterampilan yang membutuhkan latihan terus-menerus untuk dikuasai.

https://www.facebook.com/unusaofficialfb

https://www.instagram.com/unusa_official/

https://www.youtube.com/@unusa_official

https://x.com/unusa_official?lang=en

https://www.tiktok.com/@unusa_officia

lihat juga blog teman saya: dhawi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gelar Yudisium, FEBTD Unusa Lepas 145 Lulusan Siap Hadapi Dunia Kerja

Keunggulan Kampus C UNUSA